KELOMPOK
4
1. Clarra Sylvia Pardede 25010112120043
2. Puji Kurniasih 25010112120044
3. Puspa Run Canti 25010112120045
4. Rani Novianis Rizky S 25010112120046
5. Umaya 25010112120047
6. Haifa Nurdiennah 25010112120048
7. Wiwin Tipuk Dwi A 25010112120049
8. Ria Nur Madyasari 25010112120050
9. Wiwi Wulan Ndari 25010112120051
10. Aip Saripudin 25010112120052
11. Mawaddah Muhajjar 25010112120053
12. Khaerunnisa Uljanah 25010112120054
13. Tyas Larasati 25010112120055
14. Prasti Widyorini 25010112120056
DISKUSI TEKNOLOGI INFORMASI
“INFORMATION AND TECHNOLOGY
IN PUBLIC HEALTH PERSPECTIVE”
A.
Pengertian
a.
Teknologi
Informasi
Teknologi
Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer,
untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk
kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)
Sedangkan menurut Haag dan Keen
(1996), Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan
informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan
informasi.
Jadi dapat disimpulkan Teknologi Informasi adalah suatu teknologi
yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan
pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan.
b.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah
suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang
segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan
transfer/pemindahan informasi antar media.
c.
Sistem
Informasi
Sistem
informasi adalah kumpulan informasi di dalam
sebuah basis data menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan di
dalam pengambilan keputusan bisnis sebuah organisasi. Sistem informasi memiliki
komponen berupa subsistem yang merupakan elemen elemen yang lebih kecil yang
membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output.
Jadi,
Teknologi Informasi merupakan bagian dari Teknologi Informasi dan Komunikasi
yang mengacu pada komponen fisik. Komponen fisik (Hardware) akan bergabung dengan komponen nonfisik (software) untuk membentuk sebuah system
informasi yang dilengkapi dengan mekanisme yang sistematis hingga informasi
siap untuk disebar luaskan.
B.
Implementasi
1)
Telemedicine
Surveilans Epidemiologis merupakan kumpulan data penyakit
yang diobservasi untuk mengetahui tren dan mendeteksi perubahan kejadian
penyakit tersebut secara dini.
Telemedicine bisa diartikan sebagai akses
cepat untuk memberikan keahlian medis secara jarak jauh. Sehingga tidak
tergantung dimana posisi pasien itu berada. Dalam kondisi gawat darurat
atau bencana alam, fungsi Telemedicine menjadi sangat penting karena dapat
mempercepat tindakan medis. Data medis seperti foto resolusi tinggi,
gambar radiografi, rekaman suara, rekam medis pasien, konferensi video
kesehatan juga dapat ditransfer ke lokasi lain yang berjauhan. Pelayanan
kesehatan interaktif tersebut juga dapat menggunakan media audio visual
untuk konsultasi, diagnosis dan pengobatan, termasuk proses pendidikan dan
latihan kepada penyedia kesehatan dan masyarakat luas.
Telemedicine melahirkan sub-aplikasi seperti teleradiologi,
teledermatologi, telepatologi, telefarmasi dan sebagainya.
2)
Sistem
Informasi Geografis (SIG) kesehatan
Sangat berguna
untuk menampilkan berbagai peta tematik kesehatan. SIG sangat membantu
otoritas kesehatan untuk mengambil kebijakan yang cepat dan tepat. Dalam
hal ini hasil-hasil dari Surveilans epidemologis dalam format SIG bisa
ditampilkan secara fleksibel melalui internet. Dan jika SIG Kesehatan
diintegrasikan dengan SIGKependudukan merupakan infrastruktur data
yang bermutu tinggi untuk menentukan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
3)
e-Health
Mekanisme Prescribing atau sistem resep obat secara
online juga bisa dilakukan. Dalam hal ini pasien hanya berurusan dengan
institusi pelayanan kesehatan. Sedangkan resep obat akan diatur secara
otomatis. Mulai dari persedian obat Sampai dengan pembayaran oleh pihak
asuransi kesehatan.
4)
Rekam
medis berbasis internet
Adalah
penyimpanan rekam medis pasien dengan sistem komputer membuat pengelolaan data menjadi lebih mudah
dan terjadi sehingga informasi yand dibutuhkan petugas kesehatan dapat
diperoleh dengan cepat. Aplikasi sitem informasi dalam puskesmas berbasis
internet berfungsi membantu dalam hal pendaftarand
pasien dan penyampaian data rekam medis
pasien dan kecepatan pemrosesan data dan stok obat dapat dengan cepat
diperbarui sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
C.
Kelebihan dan
kelemahan system Informasi Terintegrasi
a. Kelebihan sistem informasi
1. Dapat memberikan
informasi-informasi secara tepat dan cepat kepada semua khayalak.
2. Dapat
mempermudah masyarakat dalam memperoleh data-data yang di perlukannya.
3. Data-data
yang di dapatkan bisa menjadi referensi.
4. Dapat
menambah wawasan kepada masyarakat umum.
5. Setiap detik
informasi dapat di perbaharui dan akurat.
6. Dapat
belajar lebih hemat dengan sistem informasi tanpa harus keluar rumah.
b. Kekurangan sistem informasi
1.
Mempermudahnya terjadinya plagiat.
2. Membuat
seseorang kurang berinteraksi dengan lingkungan.
3. Membuat seseorang menjadi ketergantungan.
4. Hal-hal yang
tradisional menjadi di tinggalkan karena kemajuan sistem informasi dan kemajuan
zaman.
D.
Manfaat dan
Dampak Negatif
Berikut ini adalah manfaat TI
dilihat dari berbagai aspek, diantaranya adalah:
a. Manfaat IT Untuk Bisnis dan Perusahaan
Dengan memanfaatkan IT untuk bisnis akan
memberikan dampak yang sangat besar untuk keberlangsungan perusahaan di dunia.
Berikut ada beberapa manfaat penting IT untuk bisnis dan pada sebuah
perusahaan:
·
IT dapat memperluas pangsa pasar.
·
IT dapat meningkatkan efisiensi
operasional dan waktu.
·
IT dapat mengurangi biaya produksi dan
operasional.
·
IT dapat memberikan keunggulan
kompetitif.
·
IT dapat memberikan peluang bisnis baru.
Pemanfaatan IT untuk mendukung berbagai
kebutuhan dan perkembangan organisasi, individu dan perusahaan tentu akan
mendatangkan sesuatu yang positif. Namun perlu diketahui bahwa IT dapat membuat
kita menjadi insan yang lebih berarti dengan memanfaatkannya untuk hal yang
positif. Manfaat IT untuk hal yang positif tentu akan mendapat banyak dukungan
dari berbagai kalangan.
b. Manfaat IT untuk Kehidupan Sehari Hari
Dalam kehidupan sehari hari IT memang
memegang peranan penting tidak mengenal dan ada batasan usia, IT menjadi suatu
hal yang harus dan menjadi kebutuhan pokok semua individu. IT menjadi bahan
utama dalam berbagai kegiatan apapun seperti perkuliahan, belajar mengajar, dan
kegiatan lainnya. Berikut adalah berbagai manfaat IT untuk kehidupan sehari hari
yang kita perlukan atau yang kita alami sendiri.
·
Menambah ilmu pengetahuan.
·
Mempermudah mengerjakan tugas sehari
hari.
·
Lebih praktis
·
Menambah jaringan teman.
·
Mendapatkan informasi secara mudah dan
gampang.
Dalam
perkembangannya IT juga berguna dalam kehidupan sehari hari untuk membuat orang
lebih makmur dan mendapatkan manfaat lain yang lebih berarti.
c. Manfaat Teknologi Informasi dan Komputer Bidang Kesehatan
Perkembangan teknologi informasi yang begitu
pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia
kesehatan merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi
adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi
finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia
perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan
pengembangan billing system.
Berikut ini beberapa aplikasi teknologi
informasi untuk mendukung manajemen kesehatan.
1. Rekam medis Berbasis Komputer (Computer Based Patient
Record)
Salah satu tantangan besar dalam penerapan
teknologi informasi dan komunikasi di rumah sakit adalah penerapan rekam medis
berbasis komputer. Pengertian rekam medis berbasis komuter bervarisai, akan
tetapi, secara prinsip adalah penggunaan database untuk mencatat semua data
medis, demografis serta setiap event dalam mmanajemen pasien di rumah sakit.
Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik
yang berasal daarihasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi
(EKG), radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun
interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya
disertai dengan fasilitas pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian
alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi agar dokter maupun klinisi
dapat mematuhi protocol klinik.
2. Teknologi Penyimpan data Portabel
Salah satu aspek penting dalam pelayanan
kesehatan yang menggunakan pendekatan rujukan (referral system) adalah
continuity of care. Dalam konsep ini, pelayanan kesehatan di tingkat primer
memiliki tingkat konektivitas yang tinggi dengan tingkat rujukan di atasnya.
Salah satu syaratnya adalah adanya komunikasi data medis secara mudah dan
efektif. Beberapa pendekatan yang dilakukan menggunakan teknologi informasi
adalah penggunaan smart card (kartu cerdas yang memungkinkan penyimpanan data
sementara).
Aplikasi penyimpan data portabel sederhana
adalah bar code (atau kode batang). Kode batang ini seudah jamak digunakan di
kalangan industri sebagai penanda unik merek dagang tertentu. Hal ini jelas
sekali mempermudah supermarket dan gudang dalam manajemen retail dan inventori.
Food and Drug Administration (FDA) di AS telah mewajibkan seluruh pabrik obat
di AS untuk menggunakan barcode sebagai penanda obat. Penggunaan bar code juga
akan bermanfaat bagi apotik dan instalasi farmasi di rumah sakitdalam
mempercepat proses inventori. Selain itu, penggunaan barcode juga dapat
digunakan sebagai penanda unik pada kartu dan rekam medis pasien.
Teknologi penanda unik yang sekarang semakin
populer adalah RFID (Radio Frequency Identifier) yang memungkinkan
pengidentifikasian identitas melalui radio frekuensi. Jika menggunakan barcode,
rumah sakit masih memerlukan barcode reader, maaka penggunaan RFID akan
mengeliminasi penggunaan alat tersebut. Setiap barang (misalnya obat ataupun
berkas rekam medis) yang disertai dengan RFID akan mengirimkan sinyal terus
menerus ke dalam database komputer. Sehingga pengidentifikasian akan berjalan
secara otomatis.
3. Teknologi Nirkabel
Pemanfaatan jaringan computer dalam dunia medis
sebenarnya sudah dirilis sejak hampir 40 tahun yang lalu. Pada tahun 1976/1977,
University of Vermon Hospital dan Walter Reed Army Hospital mengembangkan local
area network (LAN) yang memungkinkan pengguna dapat log on ke berbagai komputer
dari satu terminal di nursing station. Saat itu, media yang digunakan masih
berupa kabell koaxial. Saat ini, jaringan nirkabel menjadi primadona karena
pengguna tetap tersambung ke dalam jaringan tanpa terhambat mobilitasnya oleh
kabel. Melalui jaringan nirkabel, dokter dapat selalu terkoneksi ke dalam
database pasien tanpa harus terganggu mobilitasnya.
4. Komputer Genggam (PDA/Personal Digital Assistant)
Saat ini, penggunaan komputer genggam (PDA)
menjadi hal yang semakin lumrah di kalangan medis. Di Kanada, limapuluh persen
dokter yang berusia di bawah 35 tahun menggunakan PDA karena dapat digunakan
untuk menyimpan berbagai data klinis pasien, informasi obat, maupun panduan
terapi/penanganan klinis tertentu. Beberapa situs di internet memberikan contoh
aplikasi klinis yang dapat digunakan di PDA seperti epocrates. Pemanfaatan PDA
yang sudah disertai dengan jaringan telepon memungkinkan dokter tetap dapat
memiliki akses terhadap database pasien di rumah sakit melalui jaringan
internet. Salah satu contoh penerapan teknologi telemedicine adalah pengiriman
data radiologis pasien yang dapat dikirimkan secara langsung melalui jaringan
GSM. Selanjutnya dokter dapat memberikan interpretasinya secara langsung PDA
dan memberikan feedback kepada rumah sakit.
Dampak teknologi informasi dapat berupa dampak
negative maupun dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
1)
Dampak
Negatif Teknologi Informasi
a. Ketergantungan
b. Violence
dan Gore (kekejaman dan kesadisan)
c. Pornografi
d. Anti
sosial behavior
e. Kemudahan
transaksi yang memicu munculnya bisnis terlarang seperti narkoba dan produk
black market
f. Munculnya
plagiatisme atau penjiplakan karya orang lain
g. Munculnya
cyber crime para penipu tyerutama dalam transaksi online
2)
Dampak
Positif Teknologi Informasi terhadap kesehatan
a. Kelelahan
pada anggota gerak atas
b. Adanya
radiasi yang dapat memicu munculnya penyakit baru seperti kanker, dan merusak
jaringan sperma dan memngurangi jumlah sperma.
c. Dapat
menimbulkan kelelahan pada mata dan menyebabkan gangguan pada mata
d. Kerusakan
saraf
e. MSDS
karena duduk dalam waktu yang lama hingga bengkoknya tulang belakang
(skoliosis, lordosis, kifosis) karena posisi duduk yang terlalau lama.
E.
Tantangan
dan Kesimpulan
Tantangan implementasi dalam
sistem informasi :
Salah satu tantangan besar dalam penerapan
teknologi informasi dan komunikasi di rumah sakit adalah penerapan rekam medis
berbasis komputer. Pengertian rekam medis berbasis komuter bervarisai, akan
tetapi, secara prinsip adalah penggunaan database untuk mencatat semua data
medis, demografis serta setiap event dalam mmanajemen pasien di rumah sakit.
KESIMPULAN:
Teknologi
Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer,
untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi
apa saja, termasuk
kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995) Berikut ada
beberapa
manfaat penting IT untuk bisnis dan pada
sebuah perusahaan:dapat memperluas
pangsa pasar dapat
meningkatkan efisiensi operasional dan waktu.dapat
\mengurangi biaya
produksi dan operasional.IT dapat memberikan keunggulan
kompetitif.IT dapat memberikan peluang
bisnis baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar